Welcome To My Blog

Cari apa yang kamu butuhkan disini!

Rabu, 03 April 2013

Pengertian dan Fungsi Layer OSI


OSI yang merupakan singkatan dari Open Systems Interconnect memiliki tujuh buah layer yang dirinc sebagai berikut:
1.       Application Layer
2.       Presentation Layer
3.       Session Layer
4.       Transport Layer
5.       Network Layer
6.       Data Link Layer
7.       Physical Layer
Penjelasan Masing-masing Layer
Berikut ini adalah penjelasan dari fungsi masing-masing layer OSI yang telah disebutkan di atas.

Physical Layer
Physical layer adalah layer OSI yang terletak di paling bawah. Physical layer bertugas mendefinisikan media transmisi jaringan ke media fisik serta membawa sinyal ke layer yang lebih tinggi.
Phyical layer memberikan hal berikut:
1.       Data encoding (bagaimana merepresentasikan binari 1, menerima dan mengelola bit)
2.       Physical medium attachment (mengakomodasi kemungkinan dalam berkomunikasi dengan media tertentu)
3.       Transmission technique (transmisi digital atau analog)
4.       Physical medium transmission (mentransmisikan bits sebagai electrical atau optical signal ke media fisik)

Data Link Layer
Layer kedua dari 7 layer OSI adalah data link layer. Layer ini bertugas untuk mengaktifkan dan mengakhiri link logical di antara dua node.
Selain itu Data link layer juga bertugas mengontrol frame dan memanage akses dari media tertentu, misalnya apakah suatu node memiliki hak untuk menggunakan media fisik.

Network Layer
Network layer bertugas untuk melakukan kontrol terhadap pengalamatan subnet. Network layer juga yang memutuskan path mana yang harus digunakan sesuai keadaan jaringan, prioritas layanan, dan faktor-faktor lain.
Selain itu Network layer juga melakukan frame fragmentation, logical-physical address mapping, dan penghitungan penggunaan subnet.

Transport Layer
Transport layer bertugas untuk memastikan pesan yang dikirim bebas dari error. Sesuai namanya, transport layer yang mengelola ketika ada pesan yang hendak dikirim di dalam suatu jaringan.
Transport layer melakukan hal berikut:
1.       Message segmentation (memecah pesan menjadi bagian-bagian kecil).
2.       Message acknowledgement (memberikan pengiriman pesan yang reliable).
3.       Message traffic control.
4.       Session multiplexing.

Session Layer
Session layer bertugas menetapkan dan mengakhiri session (sesi) di antara dua host yang sedang berkomunikasi. Tugas Session layer:
1.       Session establishment, maintenance, and termination.
2.       Session support (memberikan security, logging, dsb).

Presentation Layer
Presentation layer bertuhas untuk menyajikan data kepada Application layer. Presentation layer ini ibarat sebagai translator dari sebuah jaringan.
Presentation layer bertugas untuk melakukan:
1.       Character code translation (misalnya ASCII ke EBCDIC).
2.       Data conversion: (bit order, CR-CR/LF, integer-floating point, dsb).
3.       Data compression: mengurangi jumlah bit yang harus ditransmisikan ke jaringan.
4.       Data encryption: encrypt data untuk keamanan (misalnya password encryption).

Application Layer
Application layer berfungsi sebagai interface untuk user dan proses aplikasi untuk mengakses layanan jaringan.
Fungsi yang diberikan di Application layer di antaranya:
1.       Resource sharing and device redirection.
2.       Remote file access.
3.       Remote printer access.
4.       Inter-process communication.
5.       Network management.
6.       Directory services.
7.       Electronic messaging (such as mail).
8.       Network virtual terminals.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar