Welcome To My Blog

Cari apa yang kamu butuhkan disini!

Rabu, 08 Agustus 2012

Teman Kita



untuk teman yang kini tlah tiada
seseorang yang tak pernah terlupa
sosok indah berhiaskan permata
mata hati selembut embun surga

bermain menghiasi hidup
sembuhkan luka yang terdalam
menjagaku dari mimpi buruk
tersenyumlah indah tanpa lelah

haruskah ku semakin menjauh darimu kini
atau pergi meninggalkanmu
tak sanggup segenap hati melangkah pergi
tinggalkan dirimu sendiri

untuk teman yang kini tlah tiada
tempat berbagi tangis bahagia
pertemuan yang tlah lama ku tunggu
sampai jumpa di alam lain waktu

menunggu menjadikan gelap
tak tergantikan saat kau tak di sini

haruskah ku semakin menjauh darimu kini
atau pergi meninggalkanmu
tak sanggup segenap hati melangkah pergi
tinggalkan dirimu sendiri

dan tenanglah dirimu di sana, 
selamat tinggal dunia
tenanglah dirimu di sana,
doaku selalu untukmu
damailah dirimu di sana

True Story



Aku mulai mengerti cinta ketika maut menjemput Suamiku!!
Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :


Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.
Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.
Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.
Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.
Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.
Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.
Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkimpoianku, aku juga membenci kedua orangtuaku.
Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.
Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.
“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.
Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”
“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.
Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.
Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi,* ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.
Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.
Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.
Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.
Saat* pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.
Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.
Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya* dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.
Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.
Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.
Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.. ::
Istriku Liliana tersayang,
Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.
Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.
Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.
Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!
Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.
Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.
Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.
Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”
Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”
Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”
Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”
Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.

Terkadang disaat bersama kita kurang menghargai orang orang yang bersama kita, disaat kehilangan nya baru kita mengenal apa itu arti cinta sebenarnya. Sebelum kita ditinggalkan orang2 yang tercinta, yang setia menemani kita, berikan lah balasan cinta kita sepenuh hati pada mereka, sekarang masih belum terlambat teman2.

Senin, 23 April 2012

Kabutmu


Disini ku terdiam
Menunggu mu hingga bosan
Pada siapakah aku bertahan
Mentaripun melihatku hingga muram

Rindu hati ini selalu menghujam hati
Hingga meretakkan cermin yang ku tatapi
Tak ada tawa yang ku lalui
Hanya barisan tangis yang mengiris hati

Tak terasa kini hilang semua tentangmu
Tak terasa jua hilang semua kabutmu
Karna ku menemukan percikan api
Yang membuatku bersinar lagi hingga
Mengalahkan sinar sang mentari


Sabtu, 31 Maret 2012

Kisah Ali dan Pohon Apel...

Di suatu kota kecil hidup seorang bocah, Ali namanya tak jauh dari rumahnya berdiri kokoh pohon apel, setiap hari sepulang sekolah Ali selalu bermain di bawah pohon apel itu, berlari-larian, berayun di atas rantingnya, memetik buahnya, bahkan tak jarang ia terlelap di bawah teduh dan sejuknya pohon apel itu, tiap hari tanpa terkecuali ia selalu menghabiskan siangnya bersama pohon apel.

Suatu ketika Ali kecil tidak tampak lagi bermain di sekitar pohon apel. Pohon apel pun bertanya-tanya, “kemanakah Ali??kenapa dia tidak menemuiku hari ini??

Beberapa hari kemudian Ali datang, dengan wajah riang sang pohon apel menyambut “ke mana saja wahai kawanku Ali??apakah kau sudah bosan bermain denganku??”

“tidak wahai pohon apel kawanku, hanya saja aku melihat di pasar lokal ada penjual mainan rumah-rumahan kayu, aku ingin memilikinya, namun aku tidak punya uang untuk membelinya”ujar Ali tertunduk

Pohon apel tak tega melihat sahabatnya Ali,”kau boleh ambil semua buah apel dari pohonku, kau bisa menjualnya di pasar, sedangkan uangnya dapat kau belikan mainan tersebut”ujar pohon apel sambil tersenyum

“benarkah itu”Tanya Ali. “ya, ambillah semua buahku, aku tidak ingin melihatmu bersedih kawan”tegas pohon apel

Ali yang kegirangan kemudian mulai memetik satu persatu buah apel hingga tak tersisa satupun. “terimakasih kawan,sepulang dari pasar aku akan mengunjungimu lagi”janji Ali riang, pohon apelpun ikut tersenyum melihat Ali beranjak pergi.

Hari berganti minggu, bulan berganti tahun, pohon apel tetap setia menunggu kedatangan Ali kecil yang tak kunjung datang menemuinya. Suatu saat Alipun datang, Ali kecil telah berubah menjadi remaja yang beranjak dewasa. Pohon apel sangat senang melihat Ali “wahai kawanku Ali, lama sekali kita tidak bertemu, apakah kau sudah bosan bermain denganku??”Tanya pohon apel
“maaf kawanku pohon apel, aku sekarang sudah bukan anak kecil lagi, aku sudah beranjak dewasa,aku tidak bisa menghabiskan waktuku bermain-main denganmu, aku harus mulai mencari nafkah untuk diriku sendiri”ucap Ali.

Pohon apel menyahut “lalu kenapa wajahmu bersedih kawan??apakah ada sesuatu yang mengganggumu??bisakah aku membantumu??”

Ali kemudian bercerita “aku sekarang bekerja sebagai buruh pembersih kandang kuda,di satu sisi aku perlu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan makan, di sisi lain aku harus menyisakannya untuk keperluanku akan membangun rumah, sedangkan di kota ini harga kayu sangatlah mahal, aku tidak sanggup membelinya”

“Aku akan membantumu Ali, potonglah semua dahan dan rantingku, pergunakan semua untuk keperluanmu membangun rumahmu”

“tidak, itu akan melukaimu, apa jadinya kau tanpa dahan dan rantingmu??”kilah Ali. “Tak apa kawan, aku masih bisa bertahan, aku akan ikut senang jika melihatmu senang”jawab pohon apel

Kemudian dengan perasaan sedih kemudian Ali mulai memotong satu persatu dahan dan ranting pohon apel. Pohon apel hanya bisa merasakan sakit yang luar biasa di setiap dahan dan ranting yang jatuh dari tubuhnya, namun sedikitpun pohon apel tak memperlihatkan raut wajah kesakitan, dia berusaha terus tersenyum di depan Ali.

Setelah mengumpulkan semua dahan dan ranting yang sudah di potong Alipun beranjak pergi untuk mulai membangun rumahnya jauh dari tempat pohon apel berdiri.

Waktu terus berlalu, tahun berganti tahun, pohon apel yang mulai menua dan kesepian tak pernah lagi melihat Ali sahabatnya. Tanpa di duga-duga Alipun muncul. Bukan main senangnya pohon apel melihat kedatangan Ali. “wahai Ali kawanku, betapa senang aku melihatmu setelah sekian lama, apakah kau lupa padaku??mari kita bermain bersama seperti dulu”ujar pohon apel bahagia.
Ali kemudian bercerita“maaf kawanku pohon apel,aku tidak bisa, aku sedang dilanda kesusahan, sekarang aku sudah berkeluarga, aku harus menghidupi anak dan istriku yang sekarang tinggal di luar kota, sedangkan untuk menuju ke sana aku harus melewati sungai yang demikian panjang, aku tidak bisa menemui mereka setiap hari, biaya menyeberang sangatlah mahal, upahku sebagai buruh tidak cukup untuk biaya pulang menemui keluargaku setiap hari”
Pohon apel lantas tersenyum “batang pohonku yang besar ini, kau bisa memotongnya untuk kau jadikan perahu, dengan begitu kau akan dapat menemui anak dan istrimu setiap hari”

“tidak, hanya tinggal batang pohonmu saja yang tersisa setelah berapa tahun yang lalu aku memotong dahan dan rantingmu untuk ku buat rumah, aku akan sangat berdosa jika sampai memotong batangmu”Ali menolak tawaran pohon apel

“tak apa kawan, aku akan melakukan apapun asal kau bahagia, satu-satunya kawanku hanyalah kau, apa jadinya jika kawanku dilanda kesusahan dan aku tidak dapat membantunya??”tegas pohon apel

Dengan desakan pohon apel akhirnya dengan berlinang air mata Ali mulai menggergaji batang pohon apel. Batangnya pun roboh, pohon apel yang tinggal akarpun berujar “segeralah kau buat perahu Ali, keluargamu sudah menunggu di rumah”. Ali yang tak bisa berkata-kata kemudian meninggalkan pohon apel yang hanya tinggal akar

Waktupun berlalu semakin cepat, pohon apel yang semakin menua masih setia menunggu Ali yang tak kunjung datang. Bertahun-tahun kemudian, di penantiannya yang panjang dari kejauhan tampak seorang pria tua, rambut dan jenggot panjangnya sudah memutih. Bukan main senangnya pohon apel setelah menyadari pria tua itu adalah Ali

“Wahai Ali, itukah dirimu kawan??”Tanya pohon apel lirih

“benar kawan, ini aku Ali kawanmu, maaf aku tidak pernah mengunjungimu lagi”ucap Ali dengan banyak kerutan di wajahnya, memperlihatkan Ali sudah tidak muda lagi.

“tak apa kawan, maaf aku juga sudah tidak bisa memberimu apa-apa lagi, sudah kuberikan semua buah apel, dahan dan rantingku, serta batang pohonku, hanya tersisa akar tua di tubuhku sekarang, apa yang bisa kuberikan lagi padamu kawan??katakanlah, jika bisa akarku ini bisa membantumu maka cabutlah dari dalam tanah, apapun asal aku bisa membantumu lagi”

”tidak kawan, aku sudah lelah menjalani hidup, istriku sudah meninggal 2 tahun yang lalu, anak-anakku kini sudah berkeluarga masing-masing, aku hanya ingin menghabiskan sisa-sisa hidupku ini bersamamu kawan, mengenang kisah-kisah indah kita dulu” ujar Ali tersenyum

“kalau begitu mari kawan, kita habiskan saat-saat terakhir kita bersama, berbaringlah di sampingku Ali, kita bersama-sama menikmati indahnya langit”pohon apel pun tersenyum

Akhirnya saat itupun tiba, Ali tua menghembuskan nafas terakhir seiring matinya pohon apel, mereka bersama-sama bergandeng tangan menuju surga.

Minggu, 25 Maret 2012

Kelebihan dan Kekurangan Yahoo, Lycos dan Google

YAHOO

Kelebihan Search Engine Yahoo :
a.    Paling lengkap dibanding search engine yang lain.
b.    Lebih mudah diakses dibanding search engine yang lain.
c.    Menyediakan yellow page dan peta.
d.    Adanya fitur e-mail yang banyak disukai oleh orang-orang.
e.    Kecepatan dan kemudahan dalam mencari.
f.     Fiturnyanya yang komplit.
g.    Yahoo juga menyediakan salah satu fungsi yaitu katalog web. Link ke menu bantuan (help) juga dapat dikenali dengan baik di halaman login dengan keterangan yang cukup jelas.

Kekurangan Search Engine Yahoo :
a.    Software pendukungnya masih kurang.
b.    Loading yang lama.




 LYCOS

Kelebihan Search Engine Lycos :
a.    Lycos mampu mencari data dengan cepat.
b.    Dalam hal pencarian cepat.
c.    Lycos menyediakan fungsi “Fun Search” yang lebih diperuntukkan bagi kalangan remaja. Ini sangat membantu bagi kalangan yang membutuhkan gosip dan lagu terbaru dari para selebritis pujaan.
d.   Lycos juga menampilkan 50 pencarian terbesar di halaman depannya.
e.    Lycos, selain mendukung pencarian web, juga menyediakan pencarian fileMP3, dan video pada http://multimedia.lycos.com. 

Kekurangan Search Engine Lycos :
a.       Untuk mencari berita-berita aktualnya, pengguna harus masuk ke bagian site mapkarena berita-berita tersebut tidak ditampilkan di halaman depan.
b.      Sering tidak spesifik karena datanya kebanyakan masih mengambil data dari mesin pencari Alltheweb yang tergolong paling lamban dalam pencarian data.

Pagi-pagi melihat mbah Google, jadi pengen rasan-rasanups! Mesin pencari yang sangat populer ini yang bahkan sering dinobatkan sebagai The King Of Searh Engine telah menjadi primadona para netter juga para pebisnis.
Disisi keunggulanannya yang dielu-elukan (karena tidak digue-guekan xixixi) Google sendiri tidak lebih dari sebuah mesin pencari yang juga memiliki kelemahan. Mau tahu?
Artikel web trik komputer kali ini akan membahas tentangKelebihan dan Kekurangan Google
a.       Simple, tampilan google sangat sederhana, tanpa iklan dan news sehingga tidak membingungkan. Sekali masuk 100% pasti akan melakukan aktifitas pencarian.
b.      Google memudahkan pencarian menggunakan kata kunci yang relevan. Hanya beberapa detik saat kita mengetikkan kata kunci, google menawarkan beberapa kata kunci populer dan relevan yang mungkin Anda inginkan.
c.       Google mendukung web service. Layanan ini diperuntukkan bagi software developer. Dengan mengetahui tentang web service suatu mesin pencari, Anda tidak perlu membuat mesin pencari sendiri untuk membuat aplikasi yang support pencarian di web misal browser firefox, Yahoo Messenger atau flock. Aplikasi-aplikasi tersebut support pencarian.
d.      Google melakukan pengindexan suatu halaman website secara berkala. Sehingga saat kita update web, google dipastikan akan datang berkunjung untuk melakukan indexing.
e.      Sekarang google support terhadap pencarian berdasarkan lokasi pengunjung (localized search). Contohnya jika anda ketikkan google.com di indonesia, maka akan muncul ke google.co.id.
f.        Sangat enteng dan cepat diakses.
a.       Perkembangan website yang sangat cepat tidak mendapat bandingan dari kecepatan index google, sehingga kadang artikel yang kita buat sekarang baru terindex beberapa menit bahkan sampai berhari-hari.
b.      Kadangkala hasil pencarian tidak relevan, meskipun google telah berusaha menampilkan hasil yang relevan. Kadang hasil pencarian hanya membuat kita berputar dari web ke web yang lain.
c.       Aktifitas link spamming yang tidak terbendung untuk mengangkat posisi website jika tidak bisa dibedakan search engine dengan link natural akan menyebabkan akurasi pencarian melemah.
d.      Tidak bisa mengindeks halaman tertentu. Beberapa website yang memakai konten dinamis tidak bisa diindex. Biasanya website seperti ini dihalangi oleh form yang mengharuskan inputan. Form inilah yang menyebabkan website dimanis sulit terindex dengan baik.

Keuntungan dan Kerugian Custom Domain di Blogger (Blogspot)

Keuntungan :

- Yang jelas kita memiliki alamat domain sendiri , tentu terlihat lebih menarik dan terlihat lebih serius dalam mengelola blog.
- Gak perlu mikir hosting ke tempat lain cukup hosting di blogger saja.
- Kita dapat menggunakan server FTP eksternal jika dinginkan.
- Gak perlu mikir bayar hosting dan kehabisan Bandwidth, cukup bayar domain saja pertahun.
- Kita tidak bakal kehilangan pengunjung, karena blogger tetap akan mengarahkan (redirect) pengunjung ke alamat domain yang baru (Contoh : http://o-om.blogspot.com )
- Kita gak perlu dipusingkan masalah konfigurasi MySQL, PHP, Java, Flash dan lain-lain.
- Tetap bisa melakukan setting penuh terhadap blogger.
- Yang jelas cukup aman dari serangan Spy, Phishing, FTP hack, Deface, SQL Inject, Google Hack. Kita masih tetap aman selama pada zone blogger (blogspot) namun berbeda jika kita menggunakan server FTP eksternal dengan hosting pribadi -> Catatan : cukup aman belum tentu aman :)

Kerugian :
- Kita akan kehilangan nilai page ranking dari Google.
- Kita perlu mengubah kembali link banner dengan alamat yang baru.
- Akan kehilangan Ranking alexa, Ranking Technoraty dan Ranking yang lain.
- Kita harus mendaftar ulang ke Search Engine.
- Blog kita akan seperti bayi yang baru lahir
- Ada sedikit masalah pada image header yang gak muncul setelah custom domain, tenang..pasti ada jalan keluarnya

Solusi:
- Daftarkan ulang segera pada search engine dan directory (cukup Google, Yahoo, Dmoz), dan directory ranking lainnya jika diperlukan.
- Mintalah segera pada blogger sahabat untuk mengganti nama blog lama dengan domain baru, jika tidak blog mu akan mengalami kebocoran nilai page ranking
- Jangan takut kehilangan nilai Page ranking, sekali lagi nilai page ranking tidak terlalu berpengaruh pada ranking halaman search engine (teruma google),
- Banyak blogger yang blognya sudah terkenal takut untuk melakukan custom domain, pemikiran yang salah memang, padahal pada kenyataannya mereka gak bakal kehilangan pengunjung sama sekali.
- Jangan ragu untuk melakukan custom domain semua proses akan kembali seperti semula setelah beberapa minggu, terutama pada index halaman search engine.


Cara Efektif Menggunakan Search Engine


Menggunakan mesin pencari (search engine) merupakan cara yang biasa ditempuh oleh para netters untuk mencari informasi tertentu yang dibutuhkannya di belantara world wide web (www). Namun demikian, tidak jarang penggunaan mesin pencari memberikan hasil yang mengecewakan, semata-mata karena pemakai melakukan query dengan cara yang kurang tepat. Tips-tips berikut diharapkan dapat menuntun anda menggunakan mesin pencari secara efektif untuk menemukan informasi yang anda butuhkan:
1. Gunakan mesin pencari yang tepat
Ditengarai sebagian mesin pencari saat ini, lebih banyak menampilkan iklan daripada hasil pencarian yang sesungguhnya. Disamping itu, banyak pula pengelola situs mesin pencari yang kolaps, lantas tidak lagi mengupdate databasenya. Untuk saat ini, Yahoo dan Google merupakan pilihan yang paling terpercaya.

2. Jangan gunakan keyword yang terlalu umum
Bayangkan, seberapa banyak hasil pencarian yang anda peroleh apabila anda hanya memasukkan kata kunci telescope dalam mesin pencari. Jelas berbeda dengan apabila anda menggunakan kata kunci berupa teleskop dari jenis ataupun merk tertentu.

3. Masukkan keyword secara singkat namun jelas
Banyak orang memasukkan kata kunci yang berderet-deret sehingga malahan mengacaukan hasil pencarian. Menuliskan kata kunci Short biography of astronomer Edwin Hubble akan mengeluarkan setumpuk halaman yang sama sekali tidak berhubungan dengan apa yang dicari dibandingkan dengan keyword yang lebih sederhana, misalnya Hubble biography. Juga perhatikan ejaan dari kata kunci yang anda masukkan. Kesalahan ejaan pada kata kunci dapat membawa anda untuk memperoleh hasil yang jauh dari harapan.

4. Gunakan operator Boolean
Kata kunci “AND”, “OR”, “NOT”, dengan kombinasinya akan sangat membantu menemukan situs-situs yang lebih spesifik. Keyword Hubble AND biography NOT telescope akan membawa anda ke halaman yang membahas tentang biografi Edwin Hubble dan menghindari masuknya halaman tentang teleskop antariksa dengan nama yang sama pada hasil pencarian anda.

5. Gunakan tanda kutip untuk satu frase utuh
Beberapa mesin pencari mensyaratkan penggunaan tanda kutip untuk menunjukkan satu frase kalimat. Misalnya, penggunaan kata kunci Hubble Space Telescope dengan “Hubble Space Telescope” akan memberikan keluaran yang berbeda. Kata kunci yang diapit oleh tanda kutip biasanya akan memberikan hasil yang lebih akurat. Penggunaan tanda kutip juga dapat dikombinasikan dengan operator boolean untuk mendapatkan hasil yang lebih spesifik, misalnya “Hubble Space Telescope” AND launch.

6. Manfaatkan Direktori
beberapa mesin pencari menyediakan fasilitas direktori yang akan membawa anda ke topik-topik tertentu yang sudah diklasifikasikan sedemikian rupa untuk memudahkan proses pencarian. Mesin pencari yang menggunakan direktori antara lain adalah Yahoo, Lycos, dan Altavista. Untuk mencari informasi yang berkaitan dengan Indonesia, disarankan untuk menggunakan direktori lokal Indonesia, misalnya Catcha, SearchIndonesia, Naver, atau Incari.

7. Manfaatkan fitur khusus dari mesin pencari anda
Beberapa mesin pencari tidak saja menyediakan fasilitas untuk pencarian artikel, namun juga file-file multimedia seperti gambar, MP3, dan bahkan rekaman video. Sementara itu, mesin pencari semacam MetaCrawler mengirimkan perintah pencarian ke beberapa mesin pencari sekaligus dan menampilkan hasilnya dalam satu halaman. Anda dapat mempelajari fitur-fitur khusus pada mesin pencari favorit anda untuk mengeksploitasi penggunaannya secara maksimal.

8. Gunakan fungsi “Find” pada browser anda
Ketika mesin pencari mengantarkan anda pada halaman tertentu, anda belum tentu langsung menemukan apa yang anda cari disana. Anggaplah upaya pencarian biografi Edwin Hubble yang anda lakukan membawa anda ke halaman Apa dan Siapa di bagian astronomi pada situs ini. Jangan lantas kebingungan dulu ketika di halaman ini anda tidak menemukan artikel yang anda cari. Gunakan fungsi “Find” [Ctrl-F] pada browser anda dan ketikkan Hubble. Nah, kini anda bisa membaca artikel tentang Edwin Hubble yang anda cari-cari itu.